NAPRO TOUR & TRAVEL

NAPRO TOUR AND TRAVEL +6285351057777   +6584500051   
NAPRO TOUR AND TRAVEL naprotourandtravel
NAPRO TOUR AND TRAVEL

Ingin Bawa Oleh-Oleh dari Luar Negeri? Simak Aturan Bea Cukai Ini


Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akan memeriksa dan mengawasi barang bawaan penumpang dari luar negeri. Karena itu, penumpang perlu mencermati aturan DJBC untuk barang bawaan impor supaya tak terkena bea masuk maupun pajak. 

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC, Robert Leonard Marbun, mengungkapkan, masih banyak penumpang belum mengetahui ketentuan terkait barang bawaan penumpang yang berlaku di Indonesia.

“Perlu diketahui bahwa setiap negara memiliki aturan yang berbeda tentang pembawaan barang dari luar negeri, termasuk di Indonesia," kata Robert dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (20/9/2017). 

Pemerintah Indonesia menerapkan pembebasan barang bawaan penumpang sebesar US$ 250 per orang atau sekitar Rp 3,3 juta (kurs Rp 13.300 per dolar AS) dan US$ 1.000 per keluarga atau Rp 13,3 juta. 

Barang lainnya, yakni 200 batang sigaret (rokok), 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris atau hasil tembakau lainnya, dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol. 

"Jika penumpang membawa barang pribadi di bawah nilai tersebut, maka tidak akan dipungut bea masuk dan pajak impor. Tapi kalau lebih dari itu, maka atas kelebihan nilainya akan dikenakan bea masuk dan pajak impor," tegas Robert. 

Selain itu, lanjutnya, jika penumpang membawa barang dagangan dengan jenis, sifat, dan jumlah yang tidak wajar untuk pemakaian pribadi, ia harus mengisi pemberitahuan impor barang khusus dan menyelesaikan kewajiban pabean.

Robert mengimbau bagi para penumpang untuk terlebih dahulu mempelajari ketentuan barang bawaan penumpang melalui website bea cukai. Untuk memahami ketentuannya, masyarakat dapat mengakses www.beacukai.go.id atau dapat menghubungi contact center Bravo Bea Cukai 1500225.

Selain itu, penumpang juga harus memperhatikan ketentuan larangan dan pembatasan yang merupakan peraturan yang melarang dan membatasi barang-barang tertentu yang dianggap berisiko dan berbahaya. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh instansi terkait, di mana pelaksanaannya dititipkan kepada Bea Cukai. 

“Petugas Bea Cukai akan memeriksa apakah barang tersebut termasuk kategori larangan dan pembatasan. Jadi sebelum membawa barang dari luar negeri, para penumpang dapat mengecek persyaratan impor yang informasinya dapat diperoleh di situs Indonesia National Single Windows,” pungkas Robert.